Ada berapa banyak teori musik didunia ini?

Ini adalah pertanyaan penting bagi semua siswa musik. Namun sebelum menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu kita harus memhami sifat teori musik itu sendiri. Banyak siswa musik membuat kesalahan kritis mengenai asumsi teori musik dengan menjadikannya sesuatu yang terpisah dari musik, bukan musik itu sendiri dan bagaimana hal itu Terdiri. Ketika mencoba memahami dari perspektif ini, kita dengan mudah dapat melihat bahwa musik lebih kompleks dari yang terlihat.

Musik membutuhkan lebih banyak pengetahuan teoritis untuk memahami ini dan itu, dan pemahamanan akan teori musik sangat penting untuk bermain musik (menafsirkan) musik dengan makna. Cobalah bandingkan belajar musik dengan bahasa, bayangkan seorang aktor yang perlu membacakan baris dalam bahasa asing. Sementara belajar bahasa asing itu tidak mudah dan jika hanya belajar dari hafalan maka si aktor tidak akan pernah bisa menangkap makna dari kata-kata yang ia buat sendiri.

Hal ini sama terjadi dalam duni musik, ketika kalian berusaha menghapal teori musik, mungkin yang tersimpan dalam memori hanya hapalan saja tanpa pemahaman yang mendalam, walhasil meskipun sudah lama belajar teori musik kalian tetap akan gagal menciptakan musik yang baik. Ada beberapa tingkatan untuk teori musik. Tingkat yang paling dasar adalah notes, licks dan akord. Ini adalah blok bangunan dasar sebuah musik.

Jika sudah menguasai kedua hal itu kita bisa beranjak ke teori selanjutnya yakni melakukan kombinasi notes dan akord hingga mampu menafsirkan musik dan merupakan masalah tata bahasa musik. Notes tertentu: seperti “salah” notes (dissonances) terjadi pada irama, perlu diberikan penekanan khusus. Menyadari notes yang perlu penekanan dalam bentuk dinamika atau artikulasi adalah domain dari teori musik.

Tingkat tertinggi adalah struktur bagian, arsitektur musik. Sebagai bentuk seni sementara (yaitu, berlangsung dari waktu ke waktu: sebuah karya musik memiliki awal, tengah dan akhir), notes mestinya dikombinasikan untuk membentuk motif, motif bergabung membentuk melodi dan frase, dan frase bergabung membentuk unit dan bagian kalimat, bagian bergabung untuk membentuk Gerakan, Mutasi dan membentuk karya skala besar: seperti sonata dan simfoni.

Tujuan utamanya adalah untuk terdengar alami, seperti yang kita lakukan ketika berbicara dengan orang lain, mengerti makna bukan hanya menghafal lafalnya. Inilah tujuan besar kalian dalam mempelajari teori musik yang jumlahnya sangat banyak bahkan hingga ratusan. Beli piano dari yamaha dan cobalah untuk mengenal notes serta akord yang menjadi fondasi teori musik, setelah itu kalian akan mengerti bagaimana kedua materi tersebut bisa menjadi kekuatan yang mematikan untuk karir musikmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s